Jumat, 26 Agustus 2011

laporan pbl 2


BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
1.    Latar Belakang PBL
Kesehatan  merupakan impian setiap insan di dunia untuk melakukan akitvitas kesehariannya. Status kesehatan tercapai apabila faktor yang mempengaruhi kesehatan yaitu Hereditas. Prilaku pelayanan kesehatan dan lingkungan dapat dikendalikan dengan baik , sehingga terjadi keseimbangan. Dan salah satu faktor yang paling besar pengaruhnya adalah lingkungan.

Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat, maka diselangarakn upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), pengobatan penyakit (kuratif), dan penyembuhan penyakit (rehabilitatif) yang dilaksaanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan (Undang-Undang Kesehatan RI N0. 23 Pasal 10).

Pelaksaan program kesehatan dapat Berjalan dengan efektif dan efisien dengan hasil yang maksimal jika terlebih dahulu diketahui pokok permasalahan yang ada dalam masyarakat. Untuk dapat mengetahui masalah-masalah tersebut, maka dibutuhkan data dan informasi yang akurat serta relevan sehinggah dapat memberikan gambaran yang jelas tentang permasalahan yang terjadi di masyarakat

Kegiatan pengalaman belajar lapangan (PBL) II merupakan lanjutan dari PBL I . dimana PBL II menitikberatkan pada kegiatan penentuan prioritas masalah dan intervensi berdasarkan data primer dan sekunder di PBL I dari hasil penyebaran angket dan hasil diskusi dengan beberapa toko masyarakat yang ada di Dusun Lekko Boddong, Kelurahan Anrong Appaka, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep.

2.    GAMBARAN UMUM HASIL PBL II
PBL II merupakan rangkaian kegiatan dari PBL I yang telah dilaksanakan pada semester lalu. Pada PBL I telah dilakukan pengumpulan data baik data kualitatif maupun data kuantitatif. Pada PBL II ini dilakuakan invertarisir serta prioritas masalah kesehatan bersama manyasyarakat.
Setelah melakukan PBL I selama 2 minggu di Dusun Lekko Boddong,kami memperoleh data kualitatif sebagai berikut:
2.1.        Keadaan Geografi
Dusun/RK Lekko Boddong adalah salah satu dusun yang berada di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep yang mempunyai ketinggian tanah dari permukaan laut 0-5 m, banyaknya arah hujan 3000 mm/th, topagrafi ( daratan rendah tinggi, pantai),  dengan suhu udara rata-rata 33 0 c. Orbitasi (jarak dari pusat pemerintahan desa/kelurahan ) jarak dari pusat pemerintahan pemerintahan 3 km, kota administratif  2 km, jarak dari ibu kota kabupaten 2 km, dan jarak dari ibu kota provinsi 60 km, pada kegiatan PBL 1 ini yang menjadi fokus deskriptif kelopok kami adalah Dusun Lekko Boddong yang merupakan dusun dari Kelurahan Anrong Appaka.

Letak geografis Kelurahan Anrong Appaka
Secara umum letak gegrafis Kelurahan Anrong Appaka adalah sebagai berikut :
a.    Sebelah Utara berbatasan dengan     :Kel. TUMAMPUA
b.    Sebelah Selatan berbatasan dengan :Dusun/RK Maini Ayo
c.    Sebelah Timur berbatasan dengan     :Dusun/RK Paccelang
d.    Sebelah Barat berbatasan dengan      :Kel TEKO LABBUA
2.2.        Keadaan Demografi
 berdasarkan hasil pendataan yang kami lakukan di Dusun/RK Lekko Boddong seluruhnya berjumlah 993 jiwa dengan kepala keluarga 217 KK, Berikut rincian penduduknya:

a.    Jumlah KK                                                           :217 (kepala keluarga)
b.    Jumlah Laki –Laki                                   :500 jiwa
c.    Jumlah Perempuan                               :493 jiwa
d.    Jumlah Penduduk Seluruhnya                       :993 jiwa

3.    TUJUAN PBL II
a.    Tujuan umum
Menganalisa masalah dan menyusun program berdasarkan masalah yang ada di Dusun Lekko Boddong, serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa tentang Ilmu kesehatan masyarakat dan aplikasi ya ditengah-tengah masyarakat.
b.    Tujuan Khusus
Ø  Mahasiswa mampu menganalisis permasalahan yang ada dimasyarakat bersama-sama dengan anggota masyarakat .
Ø  Mahasiswa dapat menentukan prioritas masalah dan merumuskan bentuk solusinya bersama dengan anggota masyarakat.
Ø  Mahasiswa mampu menganalisis faktor penyebab masalah (root cause analysis) yang dituangkan dalam bentuk pohon masalah dan dirumuskan bersama dengan masyarakat.
Ø  Mahasiswa mampu membuat proposal secara sederhana dalam bentuk plan of action (POA). Dari masalah yang akan di intervensi.
Ø  Mahasiswa mampu bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam melaksaanakan kegiatan intervensi
Ø  Mahasiswa mampu melakukan suatu laporan kegiatan pada setiap kegiatan yang telah dilakukan.














BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
A.   KEGIATAN LAPANGAN
Pengalaman Belajar Lapangan (PBL II) di laksanakan pada tanggal 11 juli sampai dengan 24 juli 2011 oleh mahasiswa PBL Fakultas Kesehatan Masyarakat  Universitas Muslim Indonesia di Dusun Lekko Boddong Kelurahan Anrong Appaka Kecamatan Pangkjaene Kabupaten Pangkep, dimana salah satu tujuannya adalah menentukan prioritas masalah kesehatan dan jenis intervensi untuk menyelesaikan masalah kesehatan sebagai lanjutan dari PBL I.

Berdasarkan data yang di peroleh dari hasi PBL I di Dusun Lekko Boddong dengan menggunakan koesioner dan wawancara mwldalam terhadap responden dapat dilihat bahwasahnya jika dilihat dari lingkungan fisiknya rumah yang teratur, namun tempat pembuangan sampah yang kurang baik, itu terlihat dari tanah/ lahan kosong dan sungai yang dijadikan tempat pembuangan sampah, SPAL yang belum memenuhi syarat kesehatan dan untuk periaku sehat belum cukup baik terlihat dari banyaknya masyarakat yang tidak menggunakan air bersih dalam kehidupan sehari – hari.

Dengan melihat permasalahan di atas maka dalam pengidentifikasan masalah kami menggunakan dan berpatokan teori Henrik L. bloom, dimana beliau mengukur angka kesakitan melalui 4 faktor sebagai berikut:
1)    Lingkungan
Keadaan lingkungan Dusun Lekko Boddong merupakan daerah pengarap emapang dan sawah, hampir seluruhnya dikelilingi oleh sawah dan empangyang di jadikan sumber penghasilan masyarakat
2)    Perilaku Masyarakat
Dari segi perilaku, tingkat masyarakat pada umumnya masih rendah, hal ini dilihat dari perilaku dari sebagian masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat seperti di sungai dan tanah – tanah kosong, dan adanya kebiasaan berhajat di sembarang tempat yang tidak memenuhi syarat kesehatan, menyangkut masalah SPAL yang tidak memenuhi standar kesehatan, tanpa mereka sadari akan dampak negatifnya.
3)    Pelayanan Kesehatan
Untuk masalah pemanfaatan kesehatan, masyarakat sudah memanfatakan dengan baik. Ini dapat dilihat dari jumlah ibu hamil yang memeriksakan kandungannya ke pusat pelayanan kesehatan, sudah hampit semuanya, walaupun ada beberapa warga yang belum memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan baik dikarenakan ada beberapa factor seperti, factor biaya dan  jarak antara rumah dengan pelayanan kesehatan.
4)    Heridatas atau Genitika
Penyakit yang disebabkan oleh factor keturunan atau heriditas.

adapun kegiatan yang kami lakukan PBL II selama 2 minggu yaitu :
a.    Pertemuan Dengan Masyarakat
Kegiatan pertemuan ini kami lakukan sebanyak tiga tahap. Tahap – tahap pertemuan tersebut akan kami jabarkan sebagai berikut :
1.    Penetapan Prioritas Masalah
Kegiatan ini kami lakuakan di mesjid Raudhatul Muflihin Dusun Lekko Boddong pada sore hari pukiul 15.45 (ba’da sholat Ashar), tanggal 13 juli 2011. Pada diskusi ini hadir juga para tokoh agama (TOGA), dan tokoh masyarakat (TOMA). Tujuan kami melakukan pertemuan dengan masyarakat ini adalah untuk membahas masalah – masalah yang ada untuk di jadikan prioritas. Adapun prioritas masalahnya, Pertama: Saluran pembuangan air limbah ,karena pada umumnya masyarakat Lekko Boddong belum memiliki SPAL yang memenuhi syarat kesehatan. Kedua : kurangnya kepemilikan tempat sampah karena baru jalan-jalan utama di Dusun Lekko Boddong yang memiliki tempat sampah. Ketiga :  prilaku tidak memasak air, karena tingginya frekuensi tidak masak air sebelum di minum warga Lekko Boddong.  Pada awalnya, dari ketiga masalah yang kami tawarkan kepada masyarakat, mereka tidak menganggap ketiga masalah  itu sebagai masalah. Tetapi setelah melakuakan diskusi ulang, akhirnya masyarakat mengusulkan bahwa tempat sampah sebagai masalah yang lebih utama untuk di selesaikan karena kalau masalah SPAL dan Jamban masyarakat terkendala di dana dan juga masalah sampah sangat  membantu agar sampah tidak di buang pada sekitar rumah dan sungai-sungai yang terdapat di sekitar rumah dan sampah juga sangat  berhubungan langsung dengan rumah dan penghuninya. Mereka menginginkan lingkungan sekitar rumah yang sehat.
Dalam penetapan  prioritas masalah harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan normative. Sebagai tenaga kesehatan masyarakat  dapat memandang suatu hal sebagai masalah yang dapat mengganggu kesehatan dan benar-benar berbahaya, namun mungkin menurut pandangan masyarakat hal tersebut bukan merupakan suatu masalah atau hal yang sangat membutuhkan perhatian khusus bagi mereka akan tetapi di nomor duakan, atau tidak menutup kemungkinan akan terjadi sebaliknya. Oleh karena itu, peran serta masyrakat  dalam penetapan prioritas masalah sangat dibutuhkan demi terealisasinya suatu program yang benar-benar menyentuh masyarakat.
2.    Penepatan Prioritas Pemecahan Masalah
Setelah penetapan prioritas masalah maka selanjutnya yang harus di tempuh adalah penentuan prioritas pemecahan masalah dengan melakukan beberapa kegiatan pokok, yakni sebagai berikut:

                                              i.        Menyususn Alternatif Pemecahan Masalah
Kegiatan pertama yang harus dilakukan adalah menyusun alternative pemecahan masalah untuk menyelesaikan prioritas masalah yang telah di tetapkan. Alternative pemecahan masalah di pandang penting karena keterkaitannya dengan upaya memperluas wawasan. Adapun langkah yang di tempuh adalah sebagi berikut:
ü  Membentuk berbagai penyebab masalah
ü  Memeriksa kebenaran penyabab masalah
ü  Mengubah masalah kedalam bentuk kegiatan
Melihat situasi dan kondisi yang ada di dusun Lekko Boddong terdapat beberapa masalah yang perlu mendapat perhatian khusus baik dari pemerintah setempat maupun dari instansi terkait. Dengan  masalah kesehatan yang timbul di Dusun Lekko Boddong, maka perlu adanya penetapan dan penyusunan alternative pemecahan masalah yang  kemudian dapat di buat dalam bentuk

Tabel 1
Matriks Pemecahan Masalah
Di Dusun Lekko Boddong, Kelurahan Anrong Appaka
Kecematan Pangkajene Kabupaten Pngkep
Juli 2011

No
Daftar Masalah
I
T
R
IxTxR
P
S
RI
DU
SB
PB
PC
1
SPAL
5
5
5
3
4
4
2
4
4
192.000
2
Kepemilikan tempat sampah
4
5
4
3
5
5
2
4
3
144.000
3
Prilaku tidak memasak air minum
5
5
3
3
2
1
1
3
4
5.400

Keterangan :
P (Prevalensi)                                               :Besarnya masalah
S (Severiti)                                                    :Akibat yang di timbulkan oleh masalah
RI (Rate of increase)                                   :Kenaikan besarnya masalah
DU (Degree of Unmeet need)                   :Derajat keinginan masyarakat yang tidak Terpenuhi
SB (Sosial Benefit)                                      :Keuntungan sosial karena selesainya masalah
PB (Publik Concern)                                   :Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah
PC (Political Climate)                                  :Susunan Politik
T (Tehnical Feasibiliti)                                :Makin layak tehnologi yang tersedia  dan yang dapat di pakai untuk mengatasi  masalah
R (Resourees Availability)                         :Makin tersedia sumberdaya yang dapat di   pakai untuk mengatasi masalah

Dari tabel di atas dapat di simpulkan bahwa pembuatan tempat sampah percontohan dan penyuluhan merupakan prioritas jalan keluar yang paling dominan untuk di tindak lanjuti karena memiliki nilai tertinggi di bandingkan dengan masalah yang lainnya.

                                            ii.        Memilih Prioritas Pemecahan Masalah
Dari hasil data diatas, nilai efektivitas (efectivity) untuk setiap pemecahan masalah yakni pemberian angket 1 (paling tidak efektif) hingga 5 (paling efektif). Prioritas  pemecahannya adalah nilai efisien yang lebih tinggi untuk menetapkan evektifitas pemecahan masalah.
1.    Kesehatan Lingkungan
Ø  SPAL
Berdasarkan scoring SPAL merupakan masalah yang penting yang perlu di selesaikan, hal ini sesuai dengan data yang diperoleh di Di PBL I, bahwa masyarakat  di dusun lekko boddong yang membuang air limbah disekitar rumah  sebanyak  40,0%.








Tabel 2
Distribusi  Responden Berdasarkan Kepemilikan SPAL
Di Dusun Lekko Boddong, Kelurahan Anrong Appaka
Kecematan Pangkajene Kabupaten Pangkep
juli 2011

No
Pembuangan air limbah
Jumlah
%
1.

2.

3.

4.

Dialirkan di sekitar rumah

Di buang ke sungai

Dialirkan kesawah/ kekebun

Di alirkan ke Got
84

46

33

41
41,8

22

16,2

20
Total
204
100
                       
Tabel 3
Distribusi  Responden Berdasarkan Perilaku Membuang Sampah
Di Dusun Lekko Boddong, Kelurahan Anrong Appaka
Kecematan Pangkajene Kabupaten Pangkep
Juli 2011
No
Perilaku membuang sampah
Jumlah
%
1.

2.

3.

4.

5.

6. 
Dikumpul lalu di bakar

Dikumpul lalu di timbun

Kebun/semak/sawah/tempat terbuka
Dipantai

Di buang di pekarangan rumah

Di bungkus lalu di buang ke TPA

Lainya

sungai

93

5

48

1

24

39




7
42,9

2,3

22,1

0,5

11

18




3,2
Total
217
100

Tabel 4
Distribusi  Responden Berdasarkan Alasan Tidak Memasak Air Minum Di Dusun Lekko Boddong, Kelurahan Anrong Appaka
Kecematan Pangkajene Kabupaten Pangkep
Juli 2011

No
Alasan tidak memasak air
Jumlah
%
1.

2.

3.
Air sudah bersih

Malas masak

Tidak praktis
43

10

15

63,2

14,7

22,1
Total
68
100











Tabel 5
Distribusi  Responden Berdasarkan Memasak Air Untuk Diminum
Di Dusun Lekko Boddong, Kelurahan Anrong Appaka
Kecematan Pangkajene Kabupaten Pangkep
Juli 2011

No
Alasan tidak memasak air
Jumlah
%
1.

2.
Ya

Tidak
134

83

61,8

38,2
Total
217
100





















3.    Pohon Masalah
a.    Kesehatan Lingkungan
Ø  Tempat Sampah
82% rumah waraga yang tidak memiliki tempat sampah di dusun Lekko Boddong
Kurangnya dana untuk membuat dan membeli tempat samapah
Rendahnya pendapatan
Rendahnya ekonomi masyarakat
Social , Ekonomi  dan Budaya
Kurangnya kesadaran masyarakat
Kurangnya pemahaman masyarakat
Rendahnya pengetahuan
Kurangnya informasi
Sikap acuh
Kurangnya ke sadaran
Malas
 































Ø 
76% Rumah tangga yang tidak memiliki SPAL yang sesuai dengan standar kesehatan
SPAL


Faktor kebiasaan masyarakat
Kurangnya pengatahuan
Rendahnya pendidikan
Social , Ekonomi, dan Budaya                









Sikap acuh
Kurangnya kesadaran masyarakat
Kurangnya motivasi
Rendahnya ekonomi masyarakat
Rendahnya pendapatan
Tidak mampunya membeli bahan yang di butuhkan
 































b.    Perilaku tidak memasak air sebelum di konsumsi
38,2% ibu rumah tangga tidak memasak air minum sebelum di konsumsi
Faktor kebiasaan
Pengaruh lingkungan
Sudah bersihnya air dari mata air
Mudah di peroleh
Social dan budaya
Airnya sudah bersih
Rendahnya pendidikan
Rendahnya pengetahuan
Prilaku
Tersedianya mata air
Kurangnya penyuluhan
 

































4.    Pemecahan Masalah
a.    Kesehatan Lingkungan
Ø  Sampah
Sampah merupakan masalah yang telah di sepakati di Dusun Lekko Boddong untuk di jadikan sebagai prioritas karena masyarakat menganggap sampah lebih penting untuk di atasi karena sampah lebih bersentuhan langsung dengan lingkungan sekitar rumah warga. Untuk itu, sebagai langkah pemecahannya di Dusun Lekko Boddong telah di buat tempat sampah  percontohan yang memenuhi standar kesehatan.
Ø  SPAL
SPAL  merupakan masalah yang paling uatama yang harus di selesaikan di Dusun Lekko Boddong karena banyaknya rumah tangga yang belum memiliki SPAL, hal ini di akibatkan kareana masyarakat kurang mendapatkan informasi  mengenai pentingnya menjaga kesehatan (kurang pengetahuan dan rendahnya pendidikan), rendahnya tingkat perekonomian masyarakat. Untuk itu, sebagai langkah pencegahannya, di Dusun Lekko Boddong telah di adakan penyuluhan dan juga pembuatan SPAL dari pemerintah setempat yang sudah sesuai dengan standar kesehatan dengan cara mengundang langsung masyrakat setempat.
b.    Prilaku tidak memasak air sebelum di konsumsi
Tingginya frekuensi tidak mengkonsumsi air masak masyarakat Dusun Lekko Boddong yang di akibatkan oleh faktor ke biasaan dari kecil dan kurangnya pengetahuan dan informasi tentang bahaya tidak mengkonsumsi air minum yang di masak bagi kesehatan manusia. Untuk itu, sebagai langkah pemecahannya di adakan penyuluhan kepada masyarakat Dusun Lekko Boddong  dengan cara mengundang langsung masyarakat.




c.    Pembuatan Plan Of Action
1.    Kesehatan Lingkungan
·         Pembuatan tempat sampah percontohan

82 % (178 KK) tidak menggunakan tempat sampah dan juga tempat pembuangan sampah yang belum memenihi standar kesehatan di Dusun Lekko Boddong juli 2011
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Muslim Indonesia

A.   Latar Belakang
Sampah merupakan kotoran yang di hasilkan dari kegiatan manusia. Jika suatu rumah tidak mempunyai tempat sampah maka anggota rumah tersebut akan di serang berbagai macam  penyakit  dan permasalahannya, sebab sampah di buang di sembarangan tempat yang menyebabkan nilai estetika dan keindahan berkurang, menimbulkan bau yang tidak enak, menimbulkan penyakit malaria, thipus,demam berdarah, colera dan lain-lain. Jika masalah tersebut tidak di tanggulangi segera maka akan merugikan masyarakat itu sendiri.

Berdasarkan pertimbangan atas hal tersebut dan juga berdasarkan data PBL 1 bahwa 82 % masyarakat Dusun Lekko Boddong menggunakan tempat sampah yang sesuai dengan standar kesehatan. Dimana anggota rumah tangga membuang sampahnya di sembarang tempat, di antaranya di sekitar rumah, di sungai, di kebun/sawah, dll.

B.   Tujuan
Apakah dengan membuat tempat sampah percontohan bersama dengan masyarakat  Dusun Lekko Boddong, KK yang mempunyai tempat sampah meningkat dari 18 % menjadi 50 %.




C.   Langkah – Langkah
Langkah-langkah yang di lakukan dalam pelaksanaan kegiatan adalah
1.    Persiapan
Persiapan yang di lakukan adalah pengadaan sarana dan prasarana, tenaga, peralatan, perlengkapan dan dana agar mempermudah pelaksanaan kegiatan di lapangan.
2.    Pelaksanaan
Pelaksanaan berupa pembuatan tempat sampah percontohan yang sesuai dengan standar kesehatan oleh masyarakat Dusun Lekko Boddong yang merupakan prioritas program.
3.    Evaluasi
Di lakukan oleh mahasiswa PBL dengan cara pemantauan hasil kerja yang di lakukan oleh masyarakat.  

D.   Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan pembuatan Tempat sampah percontohan dilaksanakan pada minggu ke II.

E.   Sumber Dana
Table 5
Bubget / Sumberdaya yang dibutuhkan
Sumber daya yang di butuhkan
Yang tersedia
Yang di butuhkan
Satuan
Rp
Satuan
Rp
Ember
-
-
2
50.000
Pewarna
-
-
1
18.000
Total
-
-
2
118.000

F.    Evaluasi
Evaluasi di laksanakan dengan metode free test dan post test oleh mahasiswa PBL.
Indikator : dari hasil pembuatan tempat sampah percontohan, yang menggunakan tempat sampah tersebut dari rata-rata post test 18 % meningkat sebanyak 22 % di bandingkan dari pree test, dan terjadi peningkatan 22 % menjadi  40 % yang menggunakan tempat sampah.
·         Penyuluhan Tentang Pentingnya SPAL

76  % (164 KK) tidak memiliki SPAL
Di Dusun Lekko Boddong
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Muslim Indonesia
A.   Latar Belakang
SPAL merupakan salah satu prioritas kesehatan yang harus tersedia di setiap rumah tangga. Jika satu rumah tidak mempunyai SPAL , maka anggota rumah tangga tersebut akan mudah terserang berbagai  macam permasalahan dan penyakit. Sebab limbah yang di hasilkan dari rumah tangga akan menimbulkan permasalahan, antara lain dapat mengkonta minasi permukaan tanah  dan sumber air, niali estetika dan ke indahan berkurang , menimbulkan bau yang tidak enak , menimbulkan penyakit diare, tipus, dan lain-lain. Jika masalah ini tidak di tanggulangi segera maka akan merugikan masyarakat itu sendiri.

Dari hasil pendataan pada PBL 1 di Dusun Lekko Boddong, dari 217 KK yang kami data hanya terdapat 53 KK saja yang memiliki SPAL sedangkan 164 KK atau 76 % tidak memiliki SPAL.

B.   Tujuan
Apakah dengan mengadakan penyuluhan mengenai SPAL kepada masyarakat Dusun Lekko Boddong dalam waktu satu hari akan menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat  mengenai pentingnya SPAL  bagi kesehatan  dan nilai skor post test meningkat 20 % dari pree test.

C.   Langkah – Langkah
Langkah- langkah yang di lakuakn dalam pelaksanaan kegiatan adalah
1.    Persiapan
Persiapan yang dilakukan adalah pengadaan perlengkapan dan pemantapan pengetahuan kelompok tentang kesehatan lingkungan agar mempermudah kegiatan penyuluhan  di lapangan.
2.    Pelaksanaan
Pelaksanaan berupa pemberian  penyuluhan kepada masyarakat Di Dusun Lekko Boddong tentang kesehatan lingkungan khususnya dampak yang akan timbul dari tidak adanya SPAL.
3.    Evaluasi
Evaluasi yang di lakukan oleh mahasiswa kelompok PBL untuk melihat seberapa besar perubahan pengetahuan pengetahuan masyarakat.


2.    Perilaku Tidak Memasak Air Sebelum di Konsumsi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar